Penyakit-HIV

Bagaimana Penyakit HIV dan Gelajanya Dapat Diketahui? Inilah Ulasannya

Carawanita.my.id – Bagaimana gejala HIV dapat diketahui? Sebelum mengetahui tentang hal ini, Anda perlu mengetahui tentang penyakit HIV dari mulai pengertian dan bagaimana fase-fasenya.

Human Immunodeficiency Virus seringkali lebih dikenal dengan nama HIV. Seperti namanya, virus ini memang sangat berhubungan dengan defisiensi atau penurunan imunitas manusia.
Pengertian HIV dan AIDS

HIV sangat berhubungan dengan penyakit AIDS. Pengertian dari HIV sendiri adalah virus yang menyebabkan sel darah putih terkontaminasi.

Hasilnya, sistem kekebalan tubuh manusia pun akan semakin rapuh. Jadi, semakin banyak pula resiko terkena penyakit yang sepele hingga kronis.

Lalu, jika sudah dalam kurun waktu tertentu, virus HIV akan dapat menyebabkan penyakit AIDS. Lalu, apakah definisinya? AIDS merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome.

Setelah virus HIV menyebar dan terinkubasi, maka perkembangbiakan selanjutnya adalah penyebaran virus ke seluruh tubuh dalam bentuk penyakit AIDS.

Virus HIV sendiri ada 2 jenis, antara lain virus HIV-1 serta HIV-2. Salah satu perbedaan dari kedua virus ini adalah lokasi endeminya. Lokasi endemi untuk virus HIV-1 adalah di area belahan bumi bagian barat.

Misalnya Eropa dan bagian benua Afrika daerah Timur, Selatan, serta Timur. Berbeda dari virus HIV-1, virus HIV-2 menyebar di daerah Afrika Barat.

Fase-Fase Gejala HIV

fase-fase-HIV

Ternyata, setelah terkena virus mematikan ini, seseorang tidak langsung menyadari apakah ia tertular atau tidak. Bahkan, meskipun diperiksa bisa jadi tidak ada tanda-tanda yang terlalu menonjol.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa fase-fase gejala HIV memang cukup lama durasinya. Bahkan, penyakit ini bisa disebut sebagai penyakit jangka panjang.

Namun, apabila tidak diobati dengan segera, maka penyakit ini akan dapat menimbulkan komplikasi. Dari komplikasi dan infeksi itulah, muncul penyebab kematian yang sangat menyakitkan.

Hal ini dipengaruhi pula oleh reaksi yang disebabkan oleh infeksi jamur dan bakteri yang dapat menyerang akibat tidak kuatnya daya tahan tubuh dalam memerangi penyakit.

Bahkan, di satu titik jika sudah sangat parah maka penyakit flu pun bisa menyebabkan komplikasi bagi penderita AIDS.

Berikut ini adalah 3 fase yang akan ditemui oleh seseorang ketika terkena virus HIV:

• Fase I

Fase I ini terjadi ketika seseorang habis terjangkit atau tertular. Fase ini berlangsung selama 0 sampai dengan 5 tahun. Adapun fase tersebut dinamakan sebagai fase asimtomatik atau tanpa gejala.

Ya, dengan ketahanan tubuh yang baik, bahkan seseorang akan tetap bisa hidup seperti biasa dengan produktivitas yang cukup apabila terkena HIV selama fase ini.

• Fase II

Kemudian, memasuki tahun keenam maka akan terjadi beberapa perubahan. Fase ini disebut juga fase gejala minor. Sesuai dengan namanya, pada fase II sudah ditunjukkan beberapa tanda penurunan imunitas tubuh, tetapi karena masih kecil atau minor, maka masih banyak yang mengabaikannya. Sayangnya, jika terus diabaikan maka penderita HIV bisa segera menuju ke fase III yang lebih beresiko.

Karena setiap orang memiliki daya tahan tubuh yang berbeda, maka pada fase II ini dibutuhkan waktu 5-7 tahun setelah terjangkit.

Beberapa gejala minor yang ditunjukkan pada fase ini adalah nafsu makan berkurang, tubuh melemah, muncul keringat terutama keringat dingin pada malam hari dan sangat berlebihan, lalu juga diare yang terus menerus.

Sayangnya, gejala flu yang terus menerus juga merupakan pertanda bahwa seseorang mulai menunjukkan perubahan pada dirinya yang terjangkit HIV. Bahkan, bagian kelenjar getah bening pun membengkak sehingga menimbulkan masalah seperti sulit menelan, sakit, demam dan lain sebagainya.

• Fase III

Memasuki fase III, seseorang sudah dinyatakan terkena AIDS, karena virus HIV sudah bersarang selama lebih dari 5 tahun. Dalam waktu tersebut, bisa dikatakan bahwa tubuh sudah sangat melemah dan kekebalannya jauh berkurang dibandingkan orang normal. Banyak virus dan bakteri yang akan mudah memberikan penyakit baik radang, infeksi dan lain sebagainya.

Pada fase ini, banyak pasien AIDS yang akhirnya tumbang karena komplikasi. Misalnya seperti radang paru, TBC, kanker kulit atau kaposi sarkoma, hingga gangguan saraf.

Penyakit tersebut disebut juga sebagai infeksi oportunistik. Pada akhirnya, pasien yang sudah tidak dapat menjalani pengobatan bisa meninggal.

Baca juga: Ingin Memiliki Kulit Wajah Yang Putih Alami? Ikutilah Tips Simple Ini

Gejala HIV yang Harus Diwaspadai

Gejala-penyakit-HIV

Seperti yang telah dijelaskan di atas, gejala pada fase I memang sulit untuk dideteksi. Akan tetapi, gejala pada fase II sudah dapat menjelaskan bahwa penyakit yang diderita tidak biasa. Karena gejalanya terjadi terus menerus, misalnya diare, pembengkakan kelenjar getah bening dan flu.

Jika ini terjadi, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan memeriksakan diri ke dokter atau Puskesmas. Mintalah cek darah yang bisa dicover dengan BPJS Kesehatan.

Apabila masih ragu, konsultasikan juga dengan keluarga. Terutama bagi Anda yang sudah menikah, sangat penting untuk membagikan hal ini pada pasangan.

Karena tentu saja, pasangan yang sudah menikah akan melakukan hubungan seksual secara aktif. Apabila istri atau suami terkena, dan selama ini tidak menggunakan kondom, maka tentu pasangan sah nya juga terancam tertular penyakit serupa.

Cara Tertular Virus HIV

Darah sperma, merupakan salah satu bagian dari tubuh manusia yang bisa menularkan virus HIV. Tentunya hal ini harus dihindari oleh orang yang tidak ingin terinfeksi virus HIV, yang cara penularannya bisa melalui berbagai cara.

Berhubungan seks tentunya akan membuat sperma keluar dan bisa menjadikan seseorang yang sebelumnya tidak memiliki HIV bisa tertular. Orang yang memiliki virus HIV dan mengeluarkan spermanya kepada perempuan saat melakukan hubungan seks bisa menjadikan orang tersebut bisa tertular.

Selain berhubungan seks dengan seseorang yang memiliki HIV atau sudah terkena AIDS, siapapun juga bisa tertular dengan cairan vagina. Jadi, apabila ada wanita yang terkena penyakit ini dan kemudian melakukan hubungan seksual dengan pria yang tidak memiliki HIV sama sekali, maka peluang tertularnya sangat besar.

Dengan demikian, bukan hanya pria dengan HIV saja yang bisa menularkan lewat sperma, tetapi wanita dengan HIV juga bisa menularkan virus ini melalui cairan vagina. Sangat berbahaya bukan?

Cairan lain yang sangat bisa menularkan virus ini adalah darah. Ya, virus HIV menyerang darah, terutama pada bagian sel darah putih.

Oleh karena itu, sangat mudah bagi virus ini untuk menjangkiti seseorang yang telah melakukan transfusi darah atau tidak sengaja terkena darah di bagian yang luka.

Hal inilah yang menyebabkan penyebaran penyakit AIDS melalui narkoba terutama yang digunakan dengan jarum sunting sangat banyak terjadi.

Lalu, ASI atau air susu ibu juga menjadi salah satu penyebab dari tertularnya bayi yang tidak terkena HIV menjadi seorang ODHA atau orang dengan HIV / AIDS.

Hal ini menjadi tugas utama keluarga di mana para ibu harus selalu diperiksakan secara rutin dan ditambah dengan sosialisasi bahaya HIV dan AIDS bagi keluarga.

Baca juga: Ini Dia Beberapa Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Buah Buahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *